Langsung ke konten utama

Pengobatan Gonore apakah bisa berhenti jika obat habis

Pengobatan Gonore apakah bisa berhenti jika obat habis


Pertanyaan : Dok, beberapa hari yang lalu saya ke dokter karena keluar cairan yang terlihat seperti nanah di alat kelamin saya. Saya diberi antibiotik ciprofloxacin dan diinstruksikan untuk kembali dalam tiga hari. Dan saya sudah tiga hari tidak minum obat karena klinik tutup karena sedang libur. Apa yang harus saya lakukan jika antibiotik saya sudah habis? Apakah tidak apa-apa jika saya menunggu sampai klinik dibuka kembali?

Jawab :

Halo dan terima kasih atas pertanyaan Anda.

Penyebab paling umum keluarnya nanah dari alat kelamin adalah infeksi pada saluran kemih atau saluran reproduksi, seperti gonore, trikomoniasis, klamidia, herpes genital, TBC, kandidiasis, dan sebagainya. Selain infeksi, keluhan seperti Anda bisa terjadi akibat adanya benda asing yang masuk ke saluran kemih, kanker kandung kemih, efek samping obat, atau kondisi medis lainnya.

Antibiotik biasanya diresepkan oleh dokter jika mereka menduga kondisi Anda disebabkan oleh infeksi bakteri. Sementara itu, dokter menyarankan agar Anda kembali dalam 3 hari untuk kontrol, tidak selalu untuk memberikan perawatan tambahan yang tidak boleh terputus, tetapi juga untuk mengevaluasi keberhasilan pengobatan atau tujuan lainnya.

Saran kami adalah jika Anda kehabisan obat sebelum jadwal pemeriksaan ke dokter, meskipun keluhan Anda telah membaik secara signifikan, jangan sembarangan meminum obat yang sama tanpa arahan dari dokter Anda. Tunggu hingga jadwal kontrol Anda kembali normal sebelum diarahkan ke perawatan selanjutnya yang sesuai. Namun, jika gejala Anda tidak membaik setelah obat habis, jauh lebih aman untuk berkonsultasi dengan dokter atau dokter kelamin lainnya (di fasilitas kesehatan yang buka pada hari libur) sehingga pengobatan yang tepat dapat diberikan.

Untuk saat ini, Anda dapat mempercepat pemulihan Anda dengan melakukan hal berikut:

• Minum banyak air.

• Jangan pernah menahan kencing.

• Hanya melakukan hubungan seks yang aman dan bertanggung jawab (tidak boleh berhubungan seks dengan siapa pun sebelum dinyatakan sembuh oleh dokter)

• Menjaga kebersihan organ intim Anda.

Kami berharap informasi yang kami berikan menjawab pertanyaan Anda, tetapi jika Anda memerlukan informasi atau konsultasi tambahan mengenai masalah kesehatan, khususnya masalah kelamin, Klinik Raphael akan berusaha untuk memberikan bantuan.

Informasi kontak klinik Raphael, situs resmi, dan alamat adalah sebagai berikut:

Website Resmi :

https://www.klinikraphael.com

https://klinikpenyakitandrologi.com

https://www.klinikkelaminku.com

 

Alamat :

Jl.Moh. H. Thamrin Blok B No.17,

Cibatu, Cikarang Selatan, Kab. Bekasi - Jawa barat 17520

 

Konsultasi Online Gratis via WA : 0813-9625-4650 atau 0857-7077-3681

Konsultasi Online Gratis via Telegram : https://t.me/Klinik_Raphael

Kontak email : raphaelklinik@gmail.com

Lokasi Google Maps : https://g.page/klinik-raphael?share


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa pengobatan sifilis yang terbaik?

Pertanyaan : Dok, dari gejalanya, sepertinya saya terkena penyakit sipilis, tapi belum ke dokter karena kendala keuangan. Akhirnya, saya baru saja membeli obat, dan toko menjamin bahwa saya akan baik-baik saja dalam waktu kurang dari seminggu. Dok, bagaimana jika saya belum sembuh dalam seminggu? Apakah masih bisa disembuhkan? Jawaban :  Bakteri Treponema pallidum menyebabkan sifilis, penyakit menular seksual. Raja singa adalah nama lain dari penyakit ini. Ini paling sering terjadi pada orang yang sudah terlibat dalam aktivitas seksual, baik secara oral, vaginal, atau anal. Baik pria maupun wanita rentan terhadap sifilis. Gejala Penyakit Sipilis Gejala sifilis berbeda-beda tergantung stadiumnya. Adanya luka pada bibir, anus, dan/atau alat kelamin merupakan gambaran umum gejala sipilis. Luka ini biasanya tidak menyakitkan. Selain gejala sekunder, bercak putih di rongga mulut, kutil kelamin, pembesaran kelenjar getah bening, dan gejala mirip flu juga bisa terjadi. Karena infeksi men...

Kutil kelamin hilang dengan sendirinya setelah terapi ARV

Pertanyaan : Halo, saya pasien HIV. Saya sebelumnya dipastikan HIV positif, dan saya juga didiagnosis kutil kelamin di anus, setelah pergi ke klinik untuk tes VCT dan ternyata HIV positif. Saya segera memutuskan untuk terapi ARV, dan saya ingin bertanya kepada dokter, mengapa kutil kelamin saya tiba-tiba menghilang. Kutil di anus saya hilang setelah 6 bulan terapi ARV. Apakah ini berbahaya, padahal saya belum pernah ke dokter spesialis kulit kelamin? Jawab :  Halo dan terima kasih atas pertanyaan Anda. Kutil kelamin, juga dikenal sebagai kondiloma akuminata, disebabkan oleh infeksi virus HPV, yang dapat tumbuh di area genital atau anus dan menyebar melalui kontak seksual berisiko. Karena kutil kelamin disebabkan oleh infeksi virus, keluhan beberapa orang mungkin hilang dengan sendirinya karena kekebalan mereka membaik setelah minum ARV. Meski kutil kelamin sudah hilang, virus HPV tetap ada di dalam tubuh dan berpotensi menular ke orang lain melalui kontak seksual. Untuk menghindar...